The Siriaon and Siluluton Traditional Ceremonies in Tapanuli Culture: Between Local Tradition and Islamic Sharia Principles

Authors

  • Mulki Alfarizi Harahap Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Icol Dianto Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i4.212

Keywords:

Siriaon and Siluluton, Tapanuli Culture, Islamic Law

Abstract

This article examines the traditional ceremonies of Siriaon and Siluluton in Tapanuli culture, focusing on their relationship with the principles of Islamic law (Sharia). Siriaon and Siluluton represent two main categories of customary rituals associated with joyful and sorrowful events in the life cycle of the Tapanuli community. This study aims to analyze the meaning and historical development of these ceremonies, identify the cultural values and symbolism embedded in their practices, and examine the dynamics of the relationship between local traditions and Islamic values within Muslim Tapanuli society. The research employs a library research method by analyzing relevant literature on Tapanuli customary law as well as Islamic studies. The findings reveal that Siriaon and Siluluton are not static traditions but dynamic and adaptive practices that respond to social and religious changes. Cultural values such as togetherness, respect, and social responsibility are found to be compatible with the principles of Islamic law, allowing for a harmonious integration between custom and religion. The contextual adaptation and reinterpretation of these traditions demonstrate that local culture can serve as an effective medium for internalizing Islamic values without losing its cultural identity. This study highlights the importance of an integrative approach in understanding the relationship between local traditions and Islamic law in order to preserve cultural heritage that remains relevant in contemporary society

References

Abidin, M. Z. (2009). Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Perspektif Multikulturalisme. Millah: Journal of Religious Studies, 297–309.

Aby, M. H. (2025). Doa dalam Al-Qur’an: Studi terhadap Doa-Doa Para Nabi. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(3), 198–215.

Altama, Y., & Damanik, A. (2025a). Disharmoni antara Praktik Adat dan Prinsip Syariat Islam: Studi atas Tradisi Mepahur di Desa Jongar, Aceh Tenggara. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 784_797-784_797.

Altama, Y., & Damanik, A. (2025b). Disharmoni antara Praktik Adat dan Prinsip Syariat Islam: Studi atas Tradisi Mepahur di Desa Jongar, Aceh Tenggara. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(2), 784_797-784_797.

Antono, Y. S., Tambunan, A. C., & Nadeak, L. (2023). FUNGSI PERAYAAN ADAT BATAK DAN PERAYAAN SAKRAMEN PERKAWINAN PADA MASYARAKAT BATAK KATOLIK DALAM PERSPEKTIF FUNSIONALISME AGAMA. Logos, 163–176.

Aridi, A., & Permana, Y. S. (2022). Kedudukan hukum adat dalam penguatan pelestarian nilai-nilai adat dalam yurisprudensi. The Juris, 6(2), 352–362.

Barus, Z. (2014). Analisis Antropologi Hukum Tentang Pengaruh Nilai-Nilai Budaya Terhadap Budaya Hukum Masyarakat Batak-Toba Terkait Dengan Batas Usia Kawin Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Yustisia, 3(2). https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/view/11110

Budianto, E. W. H., & Dewi, N. D. T. (2023). Akad sharf pada inklusi keuangan syariah: Studi pustaka(library research). https://www.academia.edu/download/108435548/Akad_Sharf_Indonesia.pdf

Damayanti, E., & Putra, D. A. A. (2025). Perkawinan dalam perspektif hukum adat Indonesia: Ragam sistem, tradisi, dan tantangan modern. Taruna Law: Journal of Law and Syariah, 3(02), 99–116.

Darmalaksana, W. (2020). Metode penelitian kualitatif studi pustaka dan studi lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/32855

Dianto, I., Fikri, S., Siregar, M. H., Efendi, E., & Dalimunthe, T. (2025). MODERASI BERAGAMA DAN LITERASI KEAGAMAAN: RESPON SISWA MADRASAH TERHADAP ISU RADIKALISME DAN INTOLERANSI. Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 194–217.

Fikri, M. (2025). Transformasi Hukum Islam di Indonesia: Dari Tradisi Historis Menuju Integrasi Hukum Nasional. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 25(2), 165–183.

Firmando, H. B. (2022). Aktualisasi Status Sosial Melalui Upacara Adat Masyarakat Batak Toba di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 6(1), 27–45.

GUNA, U. M. S. S. S. (2003). Peranan Dalihan Na Tolu Dalam Proses Interaksi Antara Nilai-Nilai Adat Dengan Islam Pada Masyaraka T Mandailing Dan Angkola Tapanuliselatan. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/document/112941

Hamid, A., Ritonga, S., & Nst, A. M. (2024a). Kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai pilar toleransi beragama pada masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 13(1), 132–143.

Hamid, A., Ritonga, S., & Nst, A. M. (2024b). Kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai pilar toleransi beragama pada masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 13(1), 132–143.

Harahap, A. Q. (2024). Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi adat siluluton di Desa Siboruangin Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara [PhD Thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan]. http://etd.uinsyahada.ac.id/10853/

Harahap, S. M. (2022). Marga Dan Perannya Pada Masyarakat Batak Angkola. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman, 9(2), 121–134.

Haryono, E., Suprihatiningsih, S., Septian, D., Widodo, J., Ashar, A., & Sariman, S. (2024). New Paradigm Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) di Perguruan Tinggi. An-Nuur, 14(1). https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/391

Hasibuan, H. A. (2021). Pendidikan Akhlak Islam melalui Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 3(01), 163–178.

Ilyas, S. (2024). DINAMIKA HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA: ANTARA TRADISI, SYARIAH, DAN HUKUM POSITIF. Jurnal Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 18(1), 134–146.

Indra, I. M., Matondang, A., & Deliana, M. (2023). KAMPUNG HARMONISASI ANTAR PEMELUK AGAMA BERBASIS DALIHAN NA TOLU. JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA, 8(2), 170–179.

Iqballudin, M. H., Fatkhanah, F., & Muhammad, S. (2025). Harmonisasi Hukum Waris Islam Dan Hukum Waris Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Waris Di Indonesia. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 3015–3028.

Judiasih, S. D., Syakira, A., Karelina, N., Januariska, N. A., Trirani, P., & Nabilla, Z. (2021). Pergeseran norma hukum waris pada masyarakat adat patrilineal. RechtIdee, 16(1), 65–87.

Kamaluddin, K. (2023). Peran Adat Dalihan Natolu dalam Kegiatan Moderasi Beragama di Tapanuli Bagian Selatan. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 6(1), 163–182.

Luthfi, K. M. (2016). Islam Nusantara: Relasi islam dan budaya lokal. SHAHIH: Journal of Islamicate Multidisciplinary, 1(1), 1–12.

Makatita, A. S., & Islamy, A. (2022). Paradigma Dakwah Islam Terhadap Budaya Lokal Masyarakat Papua: Integrasi Syariat Islam dan Budaya dalam Tradisi Bakar Batu Pada Komunitas Muslim Dani. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 4(2), 241–262.

Manullang, Y. (2015). Dalihan Natolu Sebagai Falsafah Hidup Masyarakat Batak Toba Dalam Menjalin Kekerabatan. Stft Widya Sasana, 2(2), 1–8.

Mu’minin, N. (2025). Kearifan Islam dalam Mengelola Adat Hutan Wonosadi Kontemporer. Islamic Studies Journal for Social Transformation, 9(2), 125–142.

Nasrullah, N. (2019). Islam Nusantara: Analisis Relasi Islam Dan Kearifan Lokal Budaya Madura. Al-Irfan: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies, 2(2), 274–297.

Oktovia, D., Dora, N., Nasution, S. H., & Ruwina, Y. (2025). Dalihan Na Tolu sebagai Falsafah Etnik Batak di Sumatera Utara. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(2), 462–467.

Parapat, L. H., Lubis, K., & Huda, R. (2022). Pembentukan Simbol Yang Digunakan Pada Upacara Adat “Mangupa.” Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 7(1), 77–80.

Peduho, M. S. U., Nur, M., Alfiani, N., & Makka, M. M. (2024). Simbolisme Peran Perempuan dalam Adat Saro Badaka: Tinjauan dari Hukum Islam dan Budaya Lokal. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 4(1), 1–16.

Purba, A. M., Sigiro, L. T., Purba, Y. S. L., Depari, B. M. A. B., Purba, M. N. S., Turnip, J. A., Surbakti, V. J. L., & Purnamasari, I. (2024). IMPLEMENTASI BUDAYA BATAK TOBA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(8), 3944–3953.

Pusvitasari, L., Fadhilah, A. N., Rahmawati, R., Salsyyah, N. S., & Gozali, M. N. M. (2025). ISLAM DAN TRADISI DI INDONESIA. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(2), 3381–3390.

Putri, S., Budianto, E. W. H., & Dewi, N. D. T. (2023). Bank Bukopin Syariah dan Konvensional: Studi Pustaka (Library Research) dan Bibliometrik VOSviewer. https://www.academia.edu/download/108434343/Bukopin_Indonesia.pdf

Rahmadani, S. O. A., Muna, N., Rahmayani, N. A. C., & Dini, T. R. (2025). DINAMIKA HUKUM ISLAM DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 17(4), 651–660.

Ropiah, S. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Syariah Dalam Sistem Kewarisan di Era Modern: Kajian Terhadap Keberlanjutan dan Tantangannya. As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam & Pendidikan, 14(1), 76–98.

Sandi, D. M. (2023). Tradisi Lisan Masyarakat Angkola Dalam Upacara Adat Markobar Pabagas Boru di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal TAROMBO, 4(2 Agustus), 1–5.

Sari, E. N., Yamin, M., & Ikhsan, E. (2022). Peran Dalihan Natolu dalam penyelesaian sengketa tanah hak ulayat untuk pengadaan kepentingan umum di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Hukum Al-Hikmah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat, 3(2), 393–416.

Sayfullah, E. D. (2025). Islam dalam Bingkai Adat Batak: Menjalin Moderasi Beragama melalui Dalihan Na Tolu. Jurnal El Makrifah, 2(2), 300–312.

Setyobudi, T., Roibin, R., Azizi, J., & Tamimi, L. M. (2025). ℡AAH SOSIO-ANTROPOLOGIS PROSES POSITIVISASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT KEDALAM HUKUM NASIONAL. JURNAL DARUSSALAM: Pemikiran Hukum Tata Negara Dan Perbandingan Mazhab, 5(1), 70–92.

Sihombing, A. A. (2018). Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah †øeDalihan Na Toluâ€(Perspektif Kohesi dan Kerukunan). Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 347–371.

Tambunan, F. (2025). PERAN DALIHAN NA TOLU PADA PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(1), 301–310.

Tanjung, A., & Siregar, E. (2019). Adat dan Budaya Mangan Burangir (Makan Daun Siri) pada Saat Pesta Adat Batak Angkola Tapanuli Selatan Tapanuli Selatan. Jurnal Education and Development, 7(3), 228–228.

Vioreza, N., & Lumban, C. (2024). Nilai Sosial dalam Upacara Adat Mangokal Holi Suku Batak Toba. PUSAKA: Journal of Educational Review, 1(2), 93–107.

Yarham, M. (2023). Tradisi Adat Jawa dalam Pelaksanaan Pernikahan Perspektif Hukum Islam. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 6(2), 58–73.

Zainuddin, Z., Mutholib, A., Ramdhani, R., & Octafiona, E. (2024). Dinamika sosial masyarakat Muslim: Studi kasus tentang interaksi antara agama dan budaya lokal di Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(5), 1777–1787.

Published

2026-05-04

How to Cite

Harahap, M. A., & Dianto, I. (2026). The Siriaon and Siluluton Traditional Ceremonies in Tapanuli Culture: Between Local Tradition and Islamic Sharia Principles. International Journal of Global Sustainable Research, 4(4), 359–378. https://doi.org/10.59890/ijgsr.v4i4.212

Issue

Section

Articles